Istri Ng4muk Diejek J3l3k oleh Suami, Sebut ‘Itu karena kamu misqin!’
Diejek jelek, istri berbalik salahkan suami
Ia juga mengungkapkan jadi jelek sejak menikah dengan suaminya. Tak hanya itu, ia juga berandai-andai jika suaminya kaya, tentuia akan jadi cantik dan menarik. Ini video sang istri ngamuk-ngamuk yang viral di media sosial.
Baru-baru ini, sebuah video viral di media sosial yang menampilkan seorang wanita memeragakan seorang istri yang marah kepada suami karena dihina jelek.
Tak berdiam disitu, sang istri juga menyalahkan wajahnya jelek karena suaminya miskin.
Di depan kaca sambil merekam, ia terlihat sedang bertengkar dengan sang suami. Ia juga terlihat menahan tawa sambil membahas perihal kecantikan.
Menurutnya, ia menjadi tidak menarik lagi setelah menikah gara-gara suaminya miskin sehingga tak bisa memberikan uang untuk perawatan.
“Aku ini istri kamu, Mas, ya. Kalau selama ini tampang aku jelek, itu karena kamu yang miskin, kamu yang tidak mampu membawa aku ke salon,” ucap wanita dalam video (22/11/2020).
Tak hanya itu, wanita itu juga membandingkan kondisi fisiknya dengan wanita lain di luar sana. Menurutnya, para wanita itu cantik karena selalu diperhatikan suaminya yang mau memberikan uang untuk perawatan.
“Kalau wanita cantik di luar sana, itu bukan karena mereka yang cantik, tapi karena suami mereka peduli sama mereka. Dulu, Mas, sebelum nikah dengan kamu aku cantik, Mas. Semua laki-laki tunduk bertekuk lutut di kakiku,” lanjutnya.
Ia juga mengungkapkan semua itu sambil menahan tawa. Menurutnya, segala perubahan fisik yang terjadi tersebut berawal sejak pernikahannya dengan sang suami.
“Tapi sejak menikah sama kamu, aku mendadak jelek. Itu bukan karena aku yang jelek, Mas, karena kamu yang miskin,” ucapnya.
Saking kesalnya, si wanita itu juga membongkar keburukan suaminya. Mulai dari pengangguran dan tidak mampu membiaya hidupnya sebagai istri.
“Kamu yang pengangguran, kamu yang tidak mampu membiayai hidupku. Kalau kamu kaya, Mas, aku jamin aku cantik dan kamu akan bertekuk lutut mencium kakiku untuk mengemis cinta dari aku,” imbuhnya.
Lika-liku pernikahan memang seolah tidak ada habisnya. Beragam ujian dan cobaan akan silih berganti, salah satunya adalah pertengakaran rumah tangga.
Baik karena ekonomi, keturunan, mertua, atau beragam masalah lainnya. Meski begitu, semoga permasalahan ini bisa diselesaikan dengan baik oleh keduanya. Sehingga hubungan rumah tangga tetap harmonis dan baik-baik saja.
Suami yang Gemar Menghina Istri
BY: AMAR ABDULLAH BIN SYAKIR
Tipe suami terburuk –bila tidak boleh dikatakan sebagai suami terburuk secara mutlak- adalah suami yang menghina istrinya. Karena, sebuah penghinaan itu dapat meruntuhkan batu besar. Bagaimana pula terhadap hati manusia? Bila seseorang menghadapi suatu perkara yang didalamnya mendapatkan penghinaan, ia tidak akan melupakannya sepanjang hidupnya. Penghinaan itu adakan selalu teringat dalam benaknya. Lantas, bagaimana jadinya bila seorang istri berada dalam penghinaan sepanjang hidupnya?
Islam yang hanif ini memuliakan wanita dan meninggikan kedudukannya. Rasulullah ﷺ yang membawa petunjuk telah bersabda,
“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap istrinya, dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku” (HR. At-Tirmidzi)
Orang-orang yang merendahkan perempuan bukan termasuk orang-orang yang berpindah dari keyakinan Islam. Tetapi mereka merupakan orang-orang yang masih menganut sisa-sisa keyakinan jahiliyah dan kebodohan dalam pemikiran mereka.
Seorang suami mungkin saja tidak merendahkan wanita secara umum, tetapi secara khusus ia telah merendahkan istrinya. Ini merupakan keadaan wanita yang paling malang. Akan tetapi, suami manapun yang berketurunan baik dan luas pandangannya tidak mungkin merendahkan istrinya meski istrinya adalah orang yang tidak berpendidikan sama sekali, sedang ia sangat terpelajar.
Meski istrinya seorang yang tidak puya wawasan sama sekali, sedangkan ia seorang yang berwawasan luas. Karena, persoalan ini tidak tergantung pada kelebihan atau sifat-sifat tertentu yang dimiliki seseorang. Manusia berasal dari daging dan darah yang dilengkapi dengan perasaan dan hati nurani. Manusia yang dimuliakan oleh sang pemilik kemuliaan dan keluhuran dengan memerintahkan agar para Malaikat bersujud kepadanya.
Bagaimana mungkin manusia yang dimuliakan seperti itu boleh direndahkan? Terutama ketika manusia yang bersangkutan adalah seorang suami yang ditangannyalah kehidupan seorang istri diletakkan. Masa depannya berada di tangan suaminya. Setelah kepada Allah, kepada suaminya suaminyalah ia bergantung. Tidak ada yang merendahkan seorang istri kecuali orang yang kerdil.
Tindakan pertama yang menunjukkan penghinaan terhadap istri adalah meremehkan pendapat dan ucapan wanita di mana pun dan dalam kesempatan apapun. Ada sebagian suami yang hampir-hampir tidak menghargai sat pun pendapat dari keluarganya yang perempuan, baik ibunya, saudarinya, atau putrinya atau istrinya. Setiap salah seorang dari mereka dari mereka mengatakn kepadanya, ‘ persoalan ini sebaiknya begini’.
Lalu sang suami mengetahui bahwa pendapat itu bersumber dari istrinya, ia pasti akan merendahkannya dengan mengatakan, “tidak usah ikut campur ! Engkau tidak tahu apa-apa tentang persoalan ini”. Atau ungkapan semisalnya yang bersifat merendahkan. Hal ini lebih parah jika diucapkan di hadapan khalayak. Ini merupakan pembunuhan secara sengaja dengan belati beracun. Fenomena seperti ini masih ditemukan di beberapa keluarga.
Bentuk penghinaan lain adalah superioritas terhadap istri, merendahkan kedudukannya membodoh-bodohkan ucapannya, tidak meminta pendapatnya dalam segala hal, baik dalam persoalan pembangunan rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya, membeli mobil yang akan menjadi alat transportasinya, maupun dalam persoalan isi rumah yang akan dibeli. Kita tentu saja tidak bermaksud bahwa seorang suami harus selalu mengambil pendapat istrinya.
Akan tetapi, ia mestinya membuat istrinya merasa bahwa dirinya dihargai dan dihormati. Karena, bila seorang wanita telah merasa bahwa dirinya tidak dihargai dan tidak dihormati di mata suaminya dan meresa telah direndahkan oleh suaminya, ia akan merasa bahwa suaminya tidak memperlakukannya layaknya manusia, tetapi seperti binatang. Inilah wujud pernikahan yang paling buruk.
Sumber : Dinukil dari “Aswaul Azwaj”, Abdullah al-Ju’aitsan. Edisi Bahasa Indonesia : Perilaku Buruk yang Harus Dihindari Suami, hal. 25-29, dengan sedikit gubahan.
Amar Abdullah

Posting Komentar untuk "Istri Ng4muk Diejek J3l3k oleh Suami, Sebut ‘Itu karena kamu misqin!’"